Merengkuh Cinta

16 Mei

Cinta. Sebuah kata sederhana. Karena segala bentuk kesederhanaanya ia dapat hadir pada segala sesuatu di dunia ini. Melampaui segala ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, merambah hingga hal metafisika. Cinta menjadi rumit ketika ia,cinta, menyusup di hati dan pikiran manusia. Ia tak mampu dijelaskan hingga membuat kita menjadi gila. Segala perdebatan di dunia ini dikarenakan manusia mencoba mem-fisikkan dirinya. Jadilah rumit.

Kembali untuk sederhana, ia yang dinamakan cinta, adalah salah satu sifat-Nya Yang Maha Menyayangi dan Maha Mengasihi. Memilikinya berarti menghubungkan kita oleh-Nya. Bukankah rasa syukur, ikhlas, sabar, dan berwasiat baik yang Anda miliki merupakan bentuk cinta pada-Nya dan segala ciptaan-Nya.

Dan tiada terlewatkan sebagian besar dari kita tersesat didalamnya, dalam fana cinta. Kefanaan diciptakan oleh nafsu, ia-nafsu-menggeliat cepat menghalau cahaya cinta sebenarnya. Ia sombong, berkelakar seperti Sang Penguasa hati, namun sebenarnya ia iri terhadap cinta. Nafsu begitu cepat tumbuh dihati, menancapkan dalam-dalam rayuan dan tipu daya yang sebenarnya menghisap habis semua perhatian, energi, dan pikiran serta jiwa yang kita miliki. Ketika kita berusaha mencari penyebabnya, ia selalu mengkambinghitamkan cinta sebagai penyebab semua ini. Ketika cinta itu dicabut kita meronta-ronta kesakitan, ia-nafsu-pergi dengan sebagian jiwa kita yang tercuri, bukankah itu yang selama terjadi di depan mata dan apa yang kita rasakan?

Lalu bagaimana kita seharusnya bertindak atas cinta yang dianugerahkan pada kita? Hmmm, pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Seperti yang dijelaskan diawal tadi, akan semakin rumit ketika berusaha menjelaskannya. Setiap dari kita, Anda dan kami, adalah sebuah produk yang sempurna yang Tuhan ciptakan. Kita diberi kemampuan untuk membuat suatu perubahan. Kami dan Anda pasti mampu merengkuh cinta bukan yang lain.

Cintailah diri Anda, cintailah keluarga Anda, cintailah teman-teman Anda, cintailah bumi ini beserta isinya. Bukankah mencintai semua itu kita telah mencintai-Nya, merengkuh cinta-Nya.

Tag:, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.