“Aku Muka Anjing”

1 Agu

aku temukan diri menjadi sosok orang yang tak berguna. Menjelma menjadi simbiosis parasit yang hidup sebagai benalu, berkubang dalam ketidakpastian, dan terus mengemis akan berkah surga. . . .bertopeng dua, hati batu dan bermental pengecut tai anjing yang membanyol akan teatrikal kehidupan homogenic..Di tiap-tiap malam  lantunan doa mengalir perih mengiringi nada-nada A minor pada sepengal nafas para patriot  berseragam yang terjebak dalam penjara tak berterali…terbaring lemas tak berdaya, kalah oleh keadaan dan dunia…

aku muka anjing, berdiri termangu di ujung selokan…melolong bengis mengutuk dunia beserta barisan berhala – birokrasi tak berlogika…tertawakan derita tinggalkan raga, detak jantungku diam membisu,bergetar menahan luka , berpijar api di dada..aku menunggu waktu yang berhenti……

god please save,

god please help me,

I’m sick,

I’m scare,

please don’t leave me alone  in the darknest.

 

July 9, 2011 | ‏‎8:04:05 pm

Tag:, , , , , , , , , ,

4 Tanggapan to ““Aku Muka Anjing””

  1. dearKUR 1 Agustus 2011 pada 2:44 PM #

    puisi, dunia sendiri bagi sang penulisnya…
    saya kurang paham dengan maksudnya..??
    salam kenal…

    • krismeskeos 5 Agustus 2011 pada 9:59 AM #

      @dearKUR : thx vo visit here and salam kenal……. :)

  2. c4ks0ek1r 2 Agustus 2011 pada 5:49 AM #

    salam kenal,,,puisi yang jujur

    • Pakbuz 6 Agustus 2011 pada 11:34 AM #

      salam kenal juga… terima kasih atas kunjungan dan komentarnya…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.